Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang baik dan maju akan melahirkan tokoh-tokoh yang baik dan maju. Demikian juga sebaliknya, pendidikan yang kurang baik akan melahirkan generasi yang kurang dapat bersaing dalam kemajuan zaman. Hal ini menjadi tugas bersama seluruh lembaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk menciptakankan pendidikan yang bermutu. Untuk mencapai hal tersebut, perubahan dalam pendidikan harus dimulai dari hal yang terkecil seperti di dalam keluarga dan sekolah.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal menjadi tumpuan masyarakat dan pemerintah dalam memulai perubahan ke arah yang lebih baik. Di sekolah peserta didik mengasah kemampuan intelektual, spiritual, emosional, dan kinestetik/gerak. Pengasahannya melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Sekolah yang secara langsung berhubungan dengan peserta didik dapat mengembangkan minat, bakat, dan keinginan peserta didik. Prestasi demi prestasi akan terus dicetak oleh peserta didik jika sekolah memberikan dukungan yang lebih kepada peserta didik. Tugas utama peserta didik di sekolah adalah belajar. Kegiatan ekstrakurikuler haruslah menjadi penopang yang sangat kuat terhadap kegiatan belajar di dalam kelas.

Wakasek Kesiswaan bertugas mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan peserta didik. Harapan uatamanya adalah bagaimana peserta didik menjadi insan beriman dan bertakwa, terdidik, dan selalu mengembangkan kepribadiaannya untuk kemanfaatan pribadi, lingkungan, dan orang lain. Semua kegiatan peserta didik sudah terakomodasi dan difasilitasi oleh sekolah.

Berkenaan dengan tugas tersebut, Wakasek Kesiswaan sudah menentukan garis besar semua kegiatan yang boleh diiikuti oleh peserta didik, diantaranya :

  1. Semua kegitan dilaksanakan dengan izin Kepala Sekolah dan Orang Tua peserta didik.
  2. Semua kegiatan tidak melupakan tugas utamanya, yaitu belajar.
  3. Semua kegiatan selalu berorientasi untuk pengembangan diri setiap peserta didik.
  4. Jadwal kegiatan harus disesuaikan dengan agenda kegiatan sekolah.
  5. Semua kegiatan sudah terencana dengan baik dan sistematis.
  6. Semua kegiatan tidak menyebabkan dampak negatif baik untuk sekolah maupun untuk yang lainnya.
  7. Semua kegiatan ekstrakurikuler harus dilasanakan di luar jam belajar kecuali dalam keadaan mendesak dengan izin Kepala Sekolah.